عن أبي مسعود البدري رضي الله عنه قَال: قَالَ رَسُولُ اللَّه -صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم-: «حُوسِب رجُل ممن كان قَبْلَكُمْ، فلم يُوجد له من الخَيْر شيء، إلا أنه كان يُخَالط الناس وكان مُوسِراً، وكان يأمُر غِلْمَانَه أن يَتَجَاوَزُوا عن المُعْسِر، قال الله عز وجل : نحن أحَقُّ بذلك منه؛ تَجَاوزُوا عنه».
Dari Abu Mas'ūd Al-Badri -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Ada seorang lelaki dari orang-orang sebelum kalian dihisab. Ternyata tidak ditemukan sedikit pun kebaikan padanya. Hanya saja ia bergaul baik dengan manusia dan ia adalah orang yang berkecukupan. Ia memerintahkan kepada para pegawainya agar memaafkan orang-orang yang kesulitan membayar utangnya. Allah -'Azza wa Jalla- berfirman, "Kami lebih berhak untuk berbuat begitu daripada dia, maka maafkanlah dia!"
عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «خيرُ الأصحابِ عند الله تعالى خيرُهم لصاحبه، وخيرُ الجيرانِ عند الله تعالى خيرُهم لجاره».
Dari Abdullah bin 'Amru -raḍiyallāhu 'anhumā-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Teman terbaik di sisi Allah -Ta'ālā- adalah mereka yang terbaik bagi temannya. Dan tetangga terbaik di sisi Allah -Ta'ālā- adalah mereka yang terbaik buat tetangganya.”
عن عبد الله بن بُسْرٍ الأسلمي رضي الله عنه مرفوعاً: «خير الناس من طَال عُمُرُه، وحَسُنَ عَمَلُهُ».
Dari Abdullah bin Busr Al-Aslami -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Manusia terbaik adalah orang yang berusia panjang dan amalnya baik."
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Sebaik-baik hari padanya matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu ia dikeluarkan darinya. Di samping itu, hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat."
1- Keutamaan hari Jumat dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan.
2- Mendorong dan memperbanyak amal saleh di hari Jumat serta bersiap meraih rahmat Allah Ta'ala dan menolak siksanya.
3- Ada yang mengatakan bahwa kekhususan-kekhususan hari Jumat yang disebutkan dalam hadis ini bukan merupakan keutamaan hari Jumat karena pengeluaran Adam dari surga dan terjadinya kiamat bukan terhitung keutamaan. Namun, sebagian ulama mengatakan, justru semuanya merupakan keutamaan hari Jumat, karena keluarnya Adam dari surga adalah sebab munculnya keturunannya dari kalangan para rasul, nabi-nabi, dan orang-orang saleh, pun terjadinya kiamat adalah sebab penyegeraan ganjaran kebaikan orang-orang saleh serta perolehan berbagai kemuliaan yang Allah siapkan bagi mereka.
4- Ada juga beberapa kekhususan lain bagi hari Jumat selain yang disebutkan dalam riwayat ini. Di antaranya: pada hari itu Adam diberikan ampunan dan pada hari itu nyawanya dicabut. Juga pada hari itu terdapat satu waktu, tidaklah seorang mukmin mendapatkannya dalam keadaan berdoa seraya meminta sesuatu kepada Allah, kecuali Allah akan mengabulkannya.
5- Sebaik-baik hari sepanjang tahun ialah hari Arafah. Ada yang mengatakan, hari kurban. Sedangkan sebaik-baik hari dalam sepekan ialah hari Jumat, dan sebaik-baik malam ialah malam lailatulqadar.
عن جابر رضي الله عنه قال: أراد بنو سلمة أن ينتقلوا للسكن قرب المسجد فبلغ ذلك رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال لهم: «إنه قد بلغني أنكم تُريدون أن تنتقلوا قُرب المسجد؟» فقالوا: نعم، يا رسول الله قد أردنا ذلك، فقال: «بَنِي سَلِمَة، دِيارَكُم، تُكتب آثارُكُم، ديارَكُم تُكتب آثاركُم».
وفي رواية: «إن بكلِّ خَطْوَة درجة».
Dari Jābir -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Bani Salamah ingin pindah ke dekat masjid, lantas hal itu sampai kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Beliau bersabda kepada mereka, "Sesungguhnya aku mendengar berita bahwa kalian ingin pindah ke dekat masjid?" Mereka berkata, "Benar, wahai Rasulullah, kami menginginkan itu." Beliau bersabda, "Bani Salamah, tetaplah di tempat tinggal kalian, langkah-langkah kalian dicatat! Tetaplah di tempat tinggal kalian, langkah-langkah kalian dicatat!". Dalam riwayat lain, "Sesungguhnya setiap langkah itu bernilai satu derajat."
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بنِ مسعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: ذُكِرَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ نَامَ لَيْلَهُ حَتَّى أَصْبَحَ، قَالَ: «ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِي أُذُنَيْهِ، أَوْ قَالَ: فِي أُذُنِهِ».
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Disebutkan di hadapan Nabi ﷺ tentang seseorang yang tidur semalaman sampai pagi. Beliau bersabda, "Orang itu telah dikencingi setan di kedua telinganya -atau beliau bersabda: di telinganya."
1- Makruh tidak melaksanakan salat malam, dan bahwa hal itu disebabkan oleh setan.
2- Waspada terhadap setan yang berupaya mencegah manusia di setiap jalan untuk menghalanginya dari ketaatan kepada Allah ﷻ.
3- Ibnu Ḥajar berkata tentang ungkapan "ia tidak bangun mengerjakan salat", maksudnya semua jenis salat. Ada kemungkinan maksudnya salat yang sama-sama dimaklumi, yaitu salat malam atau salat fardu.
4- Aṭ-Ṭībiy berkata, "Penyebutan telinga secara khusus, walaupun mata lebih memiliki korelasi dengan tidur, untuk mengisyaratkan tentang beratnya tidur, karena pendengaran adalah jalur untuk terjaga. Sedangkan penyebutan khusus kencing, karena kencing lebih mudah masuk ke lubang-lubang tubuh dan lebih cepat tembus ke urat, sehingga akan melahirkan kelesuan di semua organ."
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضيَ اللهُ عنهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «رُبَّ أَشْعَثَ مَدْفُوعٍ بِالْأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللهِ لَأَبَرَّهُ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak sedikit orang yang berambut kusut dan ditolak di pintu-pintu, seandainya ia bersumpah (berdoa) kepada Allah, niscaya Allah mewujudkannya."
1- Allah tidak melihat rupa hamba, tetapi melihat hati dan amalannya.
2- Perhatian seorang insan terhadap amalan dan kebersihan hatinya seharusnya lebih banyak daripada perhatiannya terhadap fisik dan pakaiannya.
3- Merendah dan menghinakan diri kepada Allah adalah sebab doa dikabulkan. Karena itu, Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- akan mewujudkan sumpah orang-orang bertakwa dan menjauhi ketenaran.
4- Menjelaskan metode pembinaan Nabi ﷺ kepada manusia, yaitu agar mereka tidak saling merendahkan satu sama lain.
عن جابر رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «رَحِمَ اللهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ، وَإِذَا اشْتَرَى، وَإِذَا اقْتَضَى».
Jābir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Semoga Allah merahmati seseorang yang murah hati ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menagih (utang)."
1- Di antara tujuan besar syariat ialah merawat semua yang akan memperbaiki hubungan di antara manusia.
2- Anjuran menerapkan akhlak luhur dalam muamalah di antara manusia seperti jual beli dan semisalnya.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «رَحِمَ الله رجلا ًقام من الليل، فَصَلى وأيْقَظ امرأته، فإن أَبَتْ نَضَحَ في وَجْهِهَا الماء، رَحِمَ الله امرأة قامت من الليل، فَصَلت وأَيْقَظت زوجها، فإن أَبَى نَضَحَت في وجْهِه الماء».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Allah merahmati seorang lelaki yang bangun pada malam hari, lalu ia salat dan membangunkan istrinya. Jika istrinya menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Allah merahmati seorang perempuan yang bangun pada malam hari, lalu ia salat dan membangunkan suaminya. Jika suaminya menolak ia memercikkan air di wajahnya."
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ»، قِيلَ: مَنْ؟ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: «مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ، أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Celakalah, kemudian celakalah, kemudian celakalah." Ada yang bertanya, "Siapa, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Yaitu orang yang mendapati orang tuanya di usia lanjut, baik salah satunya ataupun keduanya, namun dia tidak masuk surga."
1- Kewajiban berbakti pada orang tua; bahwa hal itu termasuk sebab masuk surga, khususnya ketika mereka sudah tua dan lemah.
2- Durhaka pada kedua orang tua termasuk dosa besar.