1. Pendahuluan
Kebijakan Cookie ini menjelaskan bagaimana Jannah Firdaus Tour dan Travel (“Perusahaan”, “Kami”, atau “Pengelola Sistem”) menggunakan cookie dan teknologi serupa ketika Anda mengakses, menggunakan, atau berinteraksi dengan Baitullahpro (“Sistem”), termasuk situs web, aplikasi berbasis web, Progressive Web App (PWA), portal pengguna, serta layanan digital lain yang terintegrasi dengan Sistem.
Sistem ERP merupakan platform terintegrasi yang dapat digunakan untuk mendukung proses operasional, administrasi, pengelolaan data, pelaporan, transaksi bisnis, komunikasi, dan aktivitas lain sesuai dengan fitur yang tersedia pada masing-masing akun dan organisasi.
Cookie digunakan untuk mendukung fungsi teknis Sistem, menjaga keamanan sesi, mengingat preferensi pengguna, meningkatkan pengalaman penggunaan, serta mendukung analisis dan pengembangan layanan apabila fitur tersebut tersedia dan diaktifkan.
Kebijakan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan penggunaan Sistem. Penggunaan cookie yang melibatkan Data Pribadi dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk ketentuan mengenai Pelindungan Data Pribadi di Indonesia.
Dengan mengakses Sistem, Anda dapat memperoleh informasi mengenai penggunaan cookie dan, apabila dipersyaratkan, diberikan kesempatan untuk mengatur persetujuan atas kategori cookie yang tidak esensial.
2. Definisi
Dalam Kebijakan ini, istilah berikut memiliki pengertian sebagai berikut:
Cookie adalah berkas data berukuran kecil yang disimpan pada perangkat pengguna oleh situs web atau layanan digital untuk memungkinkan fungsi tertentu, mengingat informasi, atau mengenali sesi penggunaan.
Teknologi Serupa adalah teknologi selain cookie yang dapat menyimpan, membaca, atau mengakses informasi pada perangkat pengguna, termasuk local storage, session storage, pixel, web beacon, dan mekanisme identifikasi perangkat lainnya.
Pengguna adalah setiap individu yang mengakses atau menggunakan Sistem, termasuk administrator, pemilik organisasi, operator, staf, agen, pelanggan, mitra bisnis, atau pihak lain yang memperoleh akses yang sah.
Organisasi adalah badan usaha, perusahaan, lembaga, atau entitas lain yang menggunakan Sistem untuk mengelola kegiatan operasionalnya.
Data Pribadi adalah data tentang individu yang teridentifikasi atau dapat diidentifikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Cookie Esensial adalah cookie yang diperlukan untuk menyediakan fungsi inti Sistem, menjaga keamanan, atau memenuhi permintaan layanan yang secara eksplisit dilakukan oleh pengguna.
Cookie Non-Esensial adalah cookie yang tidak mutlak diperlukan untuk menyediakan fungsi inti Sistem, seperti cookie analitik, personalisasi tertentu, dan pemasaran.
Cookie Pihak Pertama adalah cookie yang ditempatkan oleh domain atau layanan yang dioperasikan oleh Pengelola Sistem.
Cookie Pihak Ketiga adalah cookie atau teknologi serupa yang disediakan oleh pihak lain, misalnya penyedia analitik atau layanan eksternal yang terintegrasi dengan Sistem.
Sesi adalah periode interaksi pengguna dengan Sistem, yang dapat berakhir ketika pengguna keluar, sesi kedaluwarsa, atau kondisi keamanan tertentu terpenuhi.
3. Ruang Lingkup Kebijakan
Kebijakan ini berlaku untuk penggunaan cookie dan teknologi serupa pada:
a. Situs web resmi dan halaman publik Sistem;
b. Halaman masuk, autentikasi, dan pengelolaan akun;
c. Dasbor, modul operasional, serta halaman administratif;
d. Portal organisasi, agen, pelanggan, dan mitra yang tersedia pada Sistem;
e. Fitur yang diakses melalui browser, termasuk PWA apabila relevan;
f. Halaman bantuan, dokumentasi, atau layanan pendukung yang berada dalam cakupan pengelolaan Perusahaan; dan
g. Integrasi atau layanan pihak ketiga yang menggunakan cookie atau teknologi serupa, sepanjang relevan dengan penggunaan Sistem dan berada dalam cakupan pemberitahuan yang diberikan kepada pengguna.
Aplikasi seluler native dapat menggunakan mekanisme penyimpanan dan identifikasi yang berbeda dari cookie browser. Penggunaan teknologi tersebut akan dijelaskan melalui pemberitahuan privasi atau dokumentasi terkait apabila diperlukan.
Kebijakan ini tidak secara otomatis berlaku terhadap situs web atau aplikasi milik pihak ketiga yang memiliki kebijakan privasi dan pengelolaan cookie tersendiri.
4. Apa Itu Cookie dan Bagaimana Cookie Bekerja?
Cookie memungkinkan Sistem menyimpan informasi tertentu pada browser atau perangkat pengguna. Ketika pengguna kembali mengakses Sistem, informasi tersebut dapat digunakan untuk mempertahankan sesi, menerapkan preferensi, atau menjalankan fungsi lain sesuai tujuan cookie.
Cookie dapat diklasifikasikan berdasarkan masa berlaku maupun pihak yang mengelolanya.
4.1. Berdasarkan Masa Berlaku
a. Cookie Sesi (Session Cookies)
Cookie sesi umumnya berlaku selama sesi browser atau sesi penggunaan tertentu berlangsung. Cookie ini digunakan, antara lain, untuk mempertahankan status autentikasi, mengelola sesi, dan mendukung navigasi antarmodul.
Cookie sesi dapat dihapus ketika sesi berakhir, tetapi waktu penghapusannya bergantung pada implementasi teknis browser dan Sistem.
b. Cookie Persisten (Persistent Cookies)
Cookie persisten tetap tersimpan pada perangkat hingga mencapai masa kedaluwarsa atau dihapus oleh pengguna maupun Sistem. Cookie ini dapat digunakan untuk mengingat preferensi, pilihan bahasa, pengaturan antarmuka, atau persetujuan cookie.
4.2. Berdasarkan Pihak yang Mengelola
a. Cookie Pihak Pertama
Ditempatkan atau dikelola oleh domain Sistem untuk mendukung fungsi yang disediakan oleh Perusahaan.
b. Cookie Pihak Ketiga
Ditempatkan atau digunakan melalui integrasi dengan penyedia layanan eksternal. Jenis informasi yang dikumpulkan, masa penyimpanan, dan penggunaannya mengikuti implementasi integrasi serta kebijakan penyedia terkait.
5. Kategori Cookie yang Digunakan
Sistem dapat menggunakan satu atau beberapa kategori cookie berikut sesuai kebutuhan operasional, konfigurasi, dan fitur yang benar-benar diimplementasikan.
5.1. Cookie Esensial dan Keamanan
Cookie ini diperlukan agar Sistem dapat berfungsi secara aman dan menyediakan layanan yang diminta oleh pengguna.
Tujuannya dapat mencakup:
Mempertahankan sesi autentikasi pengguna.
Memastikan permintaan berasal dari sesi yang valid.
Mendukung perlindungan terhadap pemalsuan permintaan lintas situs (Cross-Site Request Forgery/CSRF).
Menjaga konsistensi sesi dan navigasi.
Mendukung pembatasan akses berdasarkan autentikasi.
Membantu mendeteksi atau mencegah aktivitas yang mencurigakan.
Mendukung pengelolaan koneksi, penyeimbangan beban, atau keamanan infrastruktur apabila digunakan.
Mengingat status keamanan atau verifikasi yang diperlukan untuk menyelesaikan proses tertentu.
Cookie esensial tidak digunakan untuk tujuan pemasaran yang tidak berkaitan dengan fungsi tersebut.
Karena diperlukan untuk menyediakan fungsi inti yang diminta, cookie esensial pada umumnya tidak dapat dinonaktifkan melalui pengaturan preferensi cookie di dalam Sistem. Namun, pengguna dapat mengatur browser untuk memblokir cookie. Tindakan tersebut dapat menyebabkan sebagian atau seluruh fungsi Sistem tidak berjalan sebagaimana mestinya.
5.2. Cookie Preferensi dan Fungsionalitas
Cookie atau teknologi serupa dalam kategori ini digunakan untuk mengingat preferensi pengguna dan meningkatkan kenyamanan penggunaan Sistem.
Contoh tujuan penggunaannya meliputi:
Mengingat bahasa antarmuka.
Mengingat preferensi tampilan, seperti tema terang atau gelap.
Mengingat preferensi zona waktu atau format tampilan tanggal apabila diterapkan.
Mempertahankan preferensi antarmuka tertentu.
Mengingat pilihan atau pengaturan yang tidak berkaitan dengan keamanan dan tidak memerlukan penyimpanan ulang pada setiap kunjungan.
Preferensi tertentu mungkin disimpan menggunakan local storage atau mekanisme lain, bukan cookie. Dalam kondisi tersebut, mekanisme penyimpanan tetap tunduk pada pemberitahuan yang relevan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Jika suatu preferensi tidak diperlukan untuk menyediakan fungsi yang secara eksplisit diminta pengguna, Sistem akan menyediakan pilihan pengaturan yang sesuai apabila diwajibkan atau relevan.
5.3. Cookie Analitik dan Pengukuran Kinerja
Apabila diimplementasikan, cookie analitik digunakan untuk memahami bagaimana pengguna berinteraksi dengan Sistem dan untuk membantu Perusahaan meningkatkan kualitas layanan.
Tujuannya dapat meliputi:
Mengukur jumlah kunjungan dan penggunaan fitur.
Memahami pola navigasi dan alur penggunaan.
Mengidentifikasi halaman atau modul yang mengalami kendala.
Mengukur waktu pemuatan halaman dan kinerja teknis.
Mendeteksi kesalahan aplikasi dan meningkatkan stabilitas Sistem.
Mengevaluasi efektivitas perbaikan antarmuka.
Data analitik dapat berupa informasi agregat atau informasi pada tingkat pengguna, bergantung pada konfigurasi layanan. Perusahaan akan menerapkan pembatasan yang sesuai untuk mencegah pengumpulan data yang tidak diperlukan.
Analitik tidak dimaksudkan untuk mengumpulkan isi dokumen bisnis, kata sandi, token autentikasi, informasi pembayaran, atau Data Pribadi sensitif melalui mekanisme pelacakan.
Cookie analitik yang tidak diperlukan untuk fungsi inti Sistem akan diaktifkan berdasarkan persetujuan apabila dipersyaratkan oleh ketentuan hukum yang berlaku.
5.4. Cookie Personalisasi
Apabila digunakan, cookie personalisasi dapat membantu menyesuaikan pengalaman penggunaan berdasarkan preferensi atau pola interaksi pengguna.
Contohnya meliputi pengaturan tampilan yang lebih relevan atau rekomendasi fitur berdasarkan aktivitas penggunaan yang diizinkan.
Personalisasi tidak dengan sendirinya memberikan kewenangan kepada Perusahaan untuk mengakses atau menggunakan seluruh informasi yang tersimpan dalam akun organisasi. Penggunaan data tetap dibatasi oleh tujuan pemrosesan yang sah, hak akses, Kebijakan Privasi, dan konfigurasi Sistem.
5.5. Cookie Pemasaran dan Periklanan
Jika Sistem menggunakan teknologi pemasaran atau periklanan, cookie dalam kategori ini dapat digunakan untuk mengukur efektivitas kampanye, memahami interaksi dengan materi promosi, atau membatasi penayangan materi yang sama secara berulang.
Sistem ERP yang hanya digunakan untuk operasional internal tidak harus menggunakan kategori ini.
Apabila cookie pemasaran diterapkan, Perusahaan akan menjelaskan tujuan dan pihak terkait serta meminta persetujuan apabila dipersyaratkan. Cookie pemasaran tidak akan diaktifkan hanya karena pengguna telah masuk ke akun ERP atau menyetujui cookie esensial.
5.6. Cookie dari Integrasi Pihak Ketiga
Sistem dapat mengintegrasikan layanan eksternal untuk kebutuhan seperti analitik, dukungan pelanggan, pemantauan kinerja, keamanan, atau penyematan konten.
Jika integrasi tersebut menggunakan cookie atau teknologi serupa, penyedia layanan dapat memproses informasi teknis tertentu sesuai peran, instruksi, konfigurasi, dan kebijakan yang berlaku.
Perusahaan akan meninjau integrasi tersebut untuk memastikan bahwa:
Tujuan penggunaan teknologi dapat dijelaskan.
Data yang dikumpulkan dibatasi sesuai kebutuhan.
Akses terhadap informasi diberikan berdasarkan kewenangan yang sesuai.
Persetujuan diperoleh apabila diwajibkan.
Pengaturan retensi dan keamanan diterapkan sesuai kebutuhan.
Pemindahan data ke luar wilayah Indonesia, jika terjadi, ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
6. Informasi yang Dapat Dikumpulkan melalui Cookie
Bergantung pada kategori cookie dan implementasi teknis, informasi yang dapat diproses meliputi:
Identitas sesi atau pengenal teknis yang diperlukan untuk mengelola sesi.
Preferensi antarmuka dan pengaturan pengguna.
Informasi browser, jenis perangkat, sistem operasi, atau karakteristik teknis lainnya.
Informasi mengenai halaman atau modul yang diakses.
Waktu akses, durasi sesi, dan interaksi dengan fitur.
Informasi teknis mengenai kesalahan atau kinerja aplikasi.
Status persetujuan dan preferensi cookie.
Informasi teknis lain yang diperlukan untuk tujuan yang telah dijelaskan.
Tidak seluruh informasi di atas dikumpulkan oleh setiap kategori cookie.
Perusahaan tidak bermaksud menggunakan cookie sebagai sarana untuk menyimpan kata sandi dalam bentuk teks biasa, kredensial autentikasi, isi dokumen bisnis, atau data transaksi yang bersifat rahasia. Data tersebut harus dilindungi melalui mekanisme keamanan yang sesuai dengan arsitektur Sistem.
Apabila cookie atau pengenal teknis dapat dihubungkan dengan individu tertentu, informasi tersebut dapat termasuk Data Pribadi dan diperlakukan sesuai Kebijakan Privasi serta peraturan yang berlaku.
7. Cookie dalam Sistem ERP Multi-Organisasi
Apabila Sistem mendukung banyak organisasi atau perusahaan dalam satu platform (multi-tenant), penggunaan cookie harus dibatasi sesuai tujuan teknis dan konteks organisasi.
Cookie dapat digunakan untuk mempertahankan sesi pengguna atau mengingat konteks akses yang diperlukan untuk menjalankan fitur tertentu. Namun, cookie bukan mekanisme utama untuk menentukan kewenangan pengguna atas data organisasi.
Pengelolaan akses terhadap data organisasi harus dilakukan melalui mekanisme autentikasi, otorisasi, dan validasi akses pada sisi server.
Secara khusus:
Cookie tidak boleh dianggap sebagai bukti tunggal bahwa pengguna berhak mengakses data organisasi tertentu.
Identitas organisasi, peran pengguna, dan izin akses harus divalidasi oleh Sistem pada setiap permintaan yang relevan.
Pengubahan nilai cookie oleh pengguna tidak boleh memberikan hak akses tambahan.
Cookie tidak boleh digunakan untuk melewati pembatasan akses antarorganisasi.
Data sesi harus dilindungi untuk mengurangi risiko pencurian sesi, pemalsuan permintaan, dan akses tidak sah.
Jika pengguna berpindah organisasi, Sistem harus memastikan bahwa konteks akses diperbarui dan sesi tidak memberikan akses yang tidak semestinya terhadap organisasi sebelumnya.
Ketentuan ini berlaku tanpa mengurangi tanggung jawab masing-masing organisasi dalam mengelola akun, pengguna, dan hak akses yang menjadi kewenangannya.
8. Pengelolaan Persetujuan Cookie
Pada saat kunjungan pertama atau ketika terdapat perubahan yang relevan, Sistem dapat menampilkan pemberitahuan cookie yang menjelaskan penggunaan cookie dan memberikan pilihan pengaturan kepada pengguna.
Apabila dipersyaratkan, pengguna akan diminta memberikan persetujuan sebelum cookie non-esensial diaktifkan.
Pilihan yang dapat disediakan meliputi:
Terima Semua: menyetujui seluruh kategori cookie yang memerlukan persetujuan dan ditampilkan dalam pengaturan.
Tolak Non-Esensial: menolak kategori cookie yang tidak diperlukan untuk fungsi inti Sistem.
Sesuaikan Preferensi: memilih kategori cookie secara terpisah sesuai pilihan yang tersedia.
Cookie esensial tetap dapat digunakan untuk menyediakan fungsi inti Sistem.
Perusahaan tidak akan menganggap penggunaan Sistem, pengguliran halaman, atau aktivitas sejenis sebagai persetujuan atas cookie non-esensial apabila persetujuan secara aktif diperlukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Jika pengguna tidak memberikan persetujuan atas kategori cookie yang memerlukannya, kategori tersebut tidak akan diaktifkan untuk pengguna tersebut, kecuali terdapat dasar pemrosesan lain yang sah dan penggunaan tersebut telah dijelaskan secara memadai sesuai hukum yang berlaku.
Pengguna dapat mengubah preferensi cookie melalui menu Pengaturan Cookie atau fasilitas lain yang disediakan Sistem.
9. Penarikan atau Perubahan Persetujuan
Pengguna dapat menarik atau mengubah persetujuan cookie non-esensial kapan saja melalui fasilitas pengaturan yang disediakan.
Penarikan persetujuan tidak memengaruhi keabsahan pemrosesan yang telah dilakukan berdasarkan persetujuan sebelum penarikan tersebut.
Setelah perubahan preferensi diterapkan, Sistem akan menghentikan penggunaan cookie non-esensial yang tidak lagi diizinkan dan mengambil langkah yang wajar untuk menonaktifkan atau menghapus cookie yang berada dalam kendali Sistem.
Perlu diketahui bahwa penghapusan cookie pihak ketiga mungkin memerlukan tindakan tambahan melalui pengaturan browser atau layanan pihak ketiga terkait.
Perubahan preferensi cookie tidak secara otomatis menghapus seluruh Data Pribadi yang telah dikumpulkan atau diproses melalui mekanisme lain. Permintaan penghapusan Data Pribadi dapat diajukan melalui prosedur yang dijelaskan dalam Kebijakan Privasi.
10. Masa Penyimpanan Cookie
Masa penyimpanan setiap cookie ditentukan berdasarkan tujuan, kebutuhan operasional, persyaratan keamanan, serta konfigurasi teknisnya.
Secara umum:
Cookie sesi disimpan selama diperlukan untuk mempertahankan sesi yang relevan.
Cookie preferensi dapat disimpan sampai preferensi diubah, cookie dihapus, atau masa berlakunya berakhir.
Cookie analitik disimpan sesuai konfigurasi layanan, kebutuhan pengukuran, dan kebijakan retensi yang berlaku.
Cookie persetujuan disimpan untuk mencatat pilihan pengguna selama periode yang diperlukan, dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk meminta persetujuan kembali.
Cookie pihak ketiga mengikuti konfigurasi serta kebijakan penyedia terkait, dengan tetap memperhatikan kewajiban Perusahaan dalam mengelola integrasi tersebut.
Perusahaan akan mengupayakan agar masa penyimpanan tidak lebih lama daripada yang diperlukan untuk tujuan penggunaan cookie.
Penghapusan cookie dari browser tidak selalu berarti seluruh catatan yang berkaitan dengan pengguna telah dihapus dari server, sistem pencatatan keamanan, atau layanan eksternal. Informasi tersebut tunduk pada ketentuan retensi dan penghapusan yang berlaku.
11. Keamanan Cookie
Perusahaan menerapkan langkah teknis dan organisasi yang sesuai untuk melindungi Sistem serta informasi yang diproses melalui cookie.
Bergantung pada kebutuhan dan arsitektur Sistem, langkah-langkah tersebut dapat mencakup:
Menggunakan koneksi HTTPS.
Mengatur atribut cookie
Secureuntuk membatasi pengiriman melalui koneksi yang tidak aman.Mengatur atribut
HttpOnlyuntuk cookie sensitif agar tidak dapat diakses secara langsung melalui JavaScript.Menggunakan atribut
SameSitesesuai kebutuhan untuk membantu mengurangi risiko serangan lintas situs.Membatasi cakupan domain dan jalur cookie.
Menggunakan masa berlaku sesi yang sesuai.
Memperbarui atau mengakhiri sesi setelah peristiwa keamanan tertentu.
Menerapkan perlindungan terhadap pemalsuan permintaan dan pencurian sesi.
Melakukan pemantauan dan evaluasi keamanan secara berkala.
Tidak semua atribut berlaku untuk setiap cookie. Konfigurasi yang digunakan disesuaikan dengan fungsi dan risiko masing-masing cookie.
Perusahaan tidak dapat menjamin bahwa setiap transmisi data atau penyimpanan pada perangkat pengguna sepenuhnya bebas dari risiko. Pengguna juga bertanggung jawab menjaga keamanan perangkat, browser, dan kredensial akun masing-masing.
12. Pengelolaan Cookie oleh Browser
Sebagian besar browser memungkinkan pengguna melihat, menghapus, atau membatasi cookie melalui menu pengaturan privasi dan keamanan.
Pengguna dapat mengatur browser untuk:
Menghapus cookie yang telah tersimpan.
Memblokir cookie tertentu atau seluruh cookie.
Membatasi cookie pihak ketiga.
Menghapus data situs ketika browser ditutup.
Mengatur izin penyimpanan situs, apabila fitur tersebut tersedia.
Perlu diperhatikan bahwa pemblokiran seluruh cookie dapat menyebabkan pengguna tidak dapat masuk ke Sistem, sesi berakhir secara tidak terduga, preferensi tidak tersimpan, atau fungsi tertentu tidak berjalan dengan benar.
Pengaturan browser tidak selalu menggantikan mekanisme persetujuan cookie yang disediakan oleh Sistem.
13. Cookie dan Penggunaan pada Perangkat Bersama
Pengguna yang mengakses Sistem melalui perangkat bersama atau perangkat yang tidak sepenuhnya berada dalam kendalinya disarankan untuk:
Keluar dari akun setelah selesai menggunakan Sistem.
Tidak menyimpan kredensial pada browser bersama.
Menghindari penggunaan fitur yang mempertahankan sesi apabila perangkat tidak aman.
Menghapus data sesi atau cookie apabila diperlukan.
Memastikan bahwa informasi organisasi tidak dapat diakses oleh pengguna perangkat berikutnya.
Keluar dari akun merupakan langkah penting, tetapi tidak selalu menghapus seluruh cookie atau data yang tersimpan pada perangkat. Pengguna perlu memastikan bahwa sesi telah berakhir dan mengambil tindakan tambahan apabila diperlukan.
14. Pembagian Tanggung Jawab
Dalam penggunaan Sistem oleh organisasi, tanggung jawab terkait cookie dan data dapat dibagi sesuai fungsi dan hubungan para pihak.
Perusahaan sebagai Pengelola Sistem bertanggung jawab mengelola cookie yang berada dalam kendalinya, memberikan pemberitahuan yang sesuai, menerapkan perlindungan keamanan yang relevan, dan mengelola integrasi pihak ketiga berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Organisasi pelanggan bertanggung jawab mengelola penggunaan akun, kewenangan pengguna, dan data yang diproses dalam aktivitas bisnisnya sesuai tanggung jawab hukum dan pengaturan kontraktual yang berlaku.
Pengguna individu bertanggung jawab menggunakan Sistem secara sah, menjaga keamanan perangkat dan akun, serta mengelola preferensi cookie sesuai fasilitas yang tersedia.
Pembagian tanggung jawab tersebut tidak dengan sendirinya menentukan kedudukan hukum masing-masing pihak sebagai Pengendali Data Pribadi atau Prosesor Data Pribadi. Kedudukan tersebut ditentukan berdasarkan peran dan aktivitas pemrosesan yang sebenarnya serta ketentuan hukum yang berlaku.
15. Pengungkapan kepada Pihak Ketiga
Perusahaan tidak menjual cookie atau Data Pribadi yang dikumpulkan melalui cookie sebagai praktik yang berdiri sendiri.
Informasi yang diproses melalui cookie dapat diakses atau diproses oleh penyedia layanan yang membantu pengoperasian Sistem, sepanjang diperlukan untuk tujuan yang sah dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pihak tersebut dapat mencakup penyedia infrastruktur, hosting, keamanan, analitik, pemantauan kinerja, atau layanan pendukung lain yang benar-benar digunakan.
Apabila pihak ketiga menerima akses terhadap informasi yang dapat mengidentifikasi pengguna, Perusahaan akan mempertimbangkan dasar pemrosesan, pembatasan akses, kewajiban kerahasiaan, perlindungan keamanan, serta pengaturan kontraktual yang sesuai.
Pihak ketiga dapat memiliki kebijakan privasi dan cookie tersendiri. Pengguna dianjurkan membaca kebijakan penyedia terkait apabila berinteraksi langsung dengan layanan tersebut.
16. Transfer Data dan Pemrosesan Lintas Negara
Dalam hal Sistem menggunakan infrastruktur atau penyedia layanan yang berada di luar Indonesia, informasi yang berkaitan dengan cookie dapat diproses atau disimpan di yurisdiksi lain, bergantung pada arsitektur dan konfigurasi layanan.
Apabila transfer Data Pribadi lintas negara dilakukan, Perusahaan akan memastikan bahwa aktivitas tersebut ditangani sesuai dengan ketentuan pelindungan Data Pribadi yang berlaku, termasuk persyaratan terkait tingkat pelindungan, perlindungan yang memadai dan mengikat, atau mekanisme lain yang diwajibkan.
Informasi lebih lanjut mengenai pemrosesan dan transfer Data Pribadi dapat dijelaskan dalam Kebijakan Privasi dan dokumentasi terkait.
17. Hak Pengguna
Sepanjang berlaku berdasarkan ketentuan hukum yang relevan, pengguna dapat memiliki hak untuk:
Memperoleh informasi mengenai penggunaan cookie dan pemrosesan Data Pribadi yang terkait.
Mengakses informasi mengenai Data Pribadi yang diproses.
Memperbaiki atau memperbarui Data Pribadi yang tidak akurat.
Menarik persetujuan yang sebelumnya diberikan.
Meminta penghapusan atau pemusnahan Data Pribadi sesuai persyaratan hukum.
Mengajukan keberatan atau permintaan lain yang diakui berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Menyampaikan pengaduan mengenai dugaan pelanggaran terhadap hak privasi.
Pelaksanaan hak tersebut dapat tunduk pada verifikasi identitas, ketentuan hukum, kewajiban penyimpanan data, dan hak pihak lain yang perlu dilindungi.
Permintaan terkait Data Pribadi dapat disampaikan melalui kontak yang tercantum pada bagian Hubungi Kami.
18. Cookie pada Fitur atau Modul Baru
Sistem ERP dapat mengalami pengembangan, penambahan modul, perubahan antarmuka, atau integrasi dengan penyedia layanan baru.
Apabila perubahan tersebut melibatkan penggunaan cookie atau teknologi serupa dengan tujuan yang berbeda atau kategori baru yang memerlukan persetujuan, Perusahaan akan memperbarui pemberitahuan dan mekanisme pengaturan cookie sesuai kebutuhan.
Penambahan fitur tidak secara otomatis menjadi dasar untuk mengaktifkan seluruh kategori cookie non-esensial tanpa memperhatikan preferensi pengguna dan ketentuan hukum yang berlaku.
19. Perubahan Kebijakan Cookie
Perusahaan dapat memperbarui Kebijakan Cookie ini dari waktu ke waktu untuk menyesuaikan perubahan pada Sistem, praktik pemrosesan data, kebutuhan keamanan, atau peraturan perundang-undangan.
Versi terbaru akan dipublikasikan melalui situs web atau Sistem, disertai tanggal pembaruan.
Apabila perubahan berdampak material terhadap penggunaan cookie atau hak pengguna, Perusahaan akan memberikan pemberitahuan tambahan apabila diperlukan.
Pengguna disarankan meninjau Kebijakan Cookie secara berkala untuk memahami praktik penggunaan cookie yang berlaku.
20. Hubungi Kami
Jika Anda memiliki pertanyaan, permintaan, atau pengaduan mengenai Kebijakan Cookie, penggunaan teknologi pelacakan, atau pemrosesan Data Pribadi yang berkaitan, Anda dapat menghubungi:
PT Jannah Firdaus Tour Dan Travel
Alamat: Jl. KH Abdullah Syafei No.21D, RT.1/RW.3, Kb. Baru, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12830
Email: [email protected]
Situs Web: https://jannahfirdausid.com
WhatsApp: 08211657517
Mohon sertakan informasi yang cukup untuk membantu kami memahami permintaan Anda. Untuk melindungi keamanan akun dan informasi organisasi, kami dapat meminta verifikasi identitas atau kewenangan sebelum menindaklanjuti permintaan tertentu.
21. Ketentuan Penutup
Kebijakan Cookie ini dibaca bersama Kebijakan Privasi, Syarat dan Ketentuan, serta kebijakan lain yang berlaku pada Sistem.
Apabila terdapat perbedaan antara Kebijakan Cookie ini dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pelaksanaan hak dan kewajiban para pihak akan mengikuti ketentuan hukum yang relevan.
Dengan tetap memperhatikan ketentuan persetujuan yang berlaku, Perusahaan akan mengelola cookie dan teknologi serupa secara proporsional, transparan, serta sesuai dengan tujuan penggunaannya.