عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما أَنَّ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم دَخَلَ على رجلٍ مِنَ الأَنْصَارِ، ومعه صاحبٌ له، فقال رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : «إِنْ كان عِنْدَكَ مَاءٌ بَاتَ هذه الليلةَ في شَنَّةٍ وإِلَّا كَرَعْنَا».
Dari Jābir -raḍiyallāhu 'anhumā-, Bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- masuk ke rumah salah seorang lelaki Ansar bersama seorang sahabatnya, lalu Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berkata kepadanya, “Adakah engkau mempunyai air yang telah diinapkan dalam bejana kulit malam ini? Jika tidak kami akan minum langsung dari mulut kami.”
عن جابر رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم اشْتَرَى منه بَعِيراً، فَوَزَنَ له فَأرْجَح.
Dari Jābir -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa "Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- membeli seekor unta darinya, maka beliau menimbangkan untuknya lalu melebihkannya."
عن حذيفة -رضي الله عنه - قال: أُتَي الله تعالى بِعبْد من عِباده آتاه الله مالاً، فقال له: ماذا عَمِلْت في الدنيا؟ -قال: «ولَا يَكْتُمُونَ اللهَ حَدِيثًا»- قال: يا رَبِّ آتَيْتَنِي مَالَك، فكُنت أُبَايعُ الناس، وكان من خُلُقِي الجَوَاز، فكُنت أَتَيَسَّرُ على المُوسِرِ، وأنْظِر المُعْسِر. فقال الله تعالى : «أنا أحَقُّ بِذَا مِنك تَجَاوزُوا عن عَبْدِي» فقال عُقْبَة بن عَامر، وأبو مسعود الأنصاري رضي الله عنهما : هكذا سَمِعْنَاه من فِيِّ رسول الله صلى الله عليه وسلم .
Dari Ḥużaifah -raḍiyallāhu 'anhu-, dia berkata, "Seorang hamba yang telah Allah berikan harta dibawa menghadap kepada Allah. Allah berfirman kepadanya, "Apa yang telah engkau lakukan di dunia?" Hużaifah berkata, "dan mereka tidak dapat menyembunyikan satu perkataan pun dari Allah." Hamba tersebut berkata, "Wahai Tuhanku, Engkau telah memberikan harta-Mu, lalu aku berbisnis dengan orang lain, dan di antara akhlakku adalah pemaaf, maka aku memberi kemudahan kepada orang yang berkelapangan dan memberi tempo kepada orang yang kesulitan." Allah berfirman, "Aku lebih berhak berbuat begitu daripada engkau, ampunilah hamba-Ku ini." 'Uqbah bin 'Āmir dan Abu Mas'ūd Al-Anṣāri -raḍiyallāhu 'anhumā- berkata, "Demikianlah kami mendengarnya dari bibir Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-."
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضيَ اللهُ عنه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنَ الهُدَى وَالعِلْمِ كَمَثَلِ الغَيْثِ الكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا، فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ، قَبِلَتِ المَاءَ، فَأَنْبَتَتِ الكَلَأَ وَالعُشْبَ الكَثِيرَ، وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ، أَمْسَكَتِ المَاءَ، فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ، فَشَرِبُوا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا، وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى، إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لاَ تُمْسِكُ مَاءً وَلاَ تُنْبِتُ كَلَأً، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللَّهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ، فَعَلِمَ وَعَلَّمَ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا، وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ».
Abu Musa -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya bagaikan hujan deras yang membasahi tanah. Sebagian jenis tanah ada yang baik dan menyerap air lalu menumbuhkan rerumputan dan tumbuhan yang banyak. Sebagian ada yang keras dan menahan air, maka Allah menjadikannya bermanfaat bagi manusia, yaitu mereka bisa minum, melakukan pengairan, dan bercocok tanam. Sedang sebagian yang lain adalah tanah gersang yang tidak bisa menahan air dan tidak pula menumbuhkan tanaman. Demikianlah perumpamaan orang yang paham agama Allah dan mendapat manfaat dari apa yang Allah mengutusku dengannya, yaitu dia belajar lalu mengajarkan ilmunya. Demikian pula perumpamaan orang yang tidak peduli dan yang tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus."
1- Menjelaskan keutamaan menuntut ilmu dan mengajarkannya serta larangan dari berpaling dari keduanya.
2- Membuat permisalan-permisalan demi mendekatkan perkara-perkara abstrak kepada manusia.
3- Al-Qurṭubi berkata, "Sebagaimana hujan menghidupkan negeri yang mati, demikian halnya ilmu agama akan menghidupkan hati yang mati. Kemudian beliau memisalkan orang yang mendengarnya dengan aneka macam tanah tempat turunnya hujan."
4- Manusia terbagi menjadi beberapa tingkatan dalam hal mengambil ilmu agama.
عن عبد الله بن عتبة بن مسعود، قال: سمعت عمر بن الخطاب رضي الله عنه يقول: إن ناسا كانوا يُؤْخَذُونَ بالوحي في عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم وإن الوحي قد انقطع، وإنما نأخذكم الآن بما ظهر لنا من أعمالكم، فمن أظهر لنا خيرًا أَمَّنَّاهُ وقَرَّبْنَاهُ، وليس لنا من سريرته شيء، الله يحاسبه في سريرته، ومن أظهر لنا سوءًا لم نأمنه ولم نصدقه وإن قال: إن سريرته حسنة.
Dari Abdullah bin Utbah bin Mas'ūd, ia berkata, "Aku pernah mendengar Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- mengatakan, "Sesungguhnya manusia pada zaman Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diberi hukuman sesuai dengan petunjuk wahyu, dan wahyu kini sudah terputus. Oleh karena itu, sekarang kami memberi keputusan kepada kalian sesuai dengan perbuatan yang tampak bagi kami. Jadi, siapa yang menampakkan perbuatan baik kepada kami, maka kami berikan keamanan dan kami dekatkan kedudukannya. Sedangkan urusan dalam hatinya kami tidak menhgetahuinya sedikitpun, karena Allah-lah yang akan menghisab isi hatinya. Namun, siapa yang menampakkan kelakuan buruk pada kami, maka kami tidak akan memberikan keamanan padanya dan tidak akan percaya ucapannya, sekalipun ia mengatakan, "Sesungguhnya niat hatinya itu baik."
عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه قال: احْتَرَقَ بَيْتٌ بالمَدِينَةِ عَلَى أهْلِهِ مِنَ اللَّيْلِ، فَلَمَّا حُدِّثَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِشَأنِهِم، قالَ: «إنَّ هذه النارَ عَدُوٌّ لَكُمْ، فَإِذَا نِمْتُم، فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُمْ».
Dari Abu Musa Al-Asy'ari -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Suatu malam sebuah rumah terbakar bersama penghuninya. Saat keadaan mereka (penghuni rumah) diceritakan kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, beliau bersabda, "Sesungguhnya api ini musuh bagi kalian. Jika kalian tidur, maka padamkanlah!"
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا». فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا، أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ؟ قَالَ: « تَحْجُزُهُ -أَوْ تَمْنَعُهُ- مِنَ الظُّلْمِ؛ فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ».
Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Tolonglah saudaramu ketika dia berbuat zalim atau dizalimi." Lantas seorang laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah, aku akan menolongnya jika ia dizalimi. Namun, bagaimana pendapat Anda jika ia adalah pelaku kezaliman, bagaimanakah caraku menolongnya?" Beliau menjawab, "Hendaklah engkau menghalanginya -atau: mencegahnya- dari kezaliman itu. Demikianlah cara menolongnya."
1- Mengingatkan salah satu hak persaudaraan iman antara kaum muslimin.
2- Menahan orang yang zalim serta mencegahnya dari kezaliman.
3- Islam menyelisihi konsep-konsep jahiliah, yaitu mereka saling menolong satu sama lain, baik mereka yang terzalimi atau mereka yang berbuat zalim kepada orang lain.
عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :"لا تلبسوا الحرير فإن من لبسه في الدنيا لم يلبسه في الآخرة".
وفي رواية: «إِنَّمَا يَلْبَسُ الحَرِيرَ مَنْ لا خَلَاقَ له».
وفي رواية للبخاري: «مَنْ لا خَلَاقَ له في الآخرةِ».
Dari Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Jangan kalian memakai sutra. Sesungguhnya orang yang memakainya di dunia maka dia tidak akan memakainya di akhirat." Dalam riwayat lain, "Orang yang mengenakan sutra adalah orang yang tidak mendapatkan bagiannya." Dalam riwayat Bukhari disebutkan, "Orang yang tidak mendapat bagiannya di akhirat."
عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه مرفوعاً: لما كان يوم خيبر أقبل نَفَرٌ من أصحاب النبي -صلى الله عليه و سلم- فقالوا: فلان شهيد وفلان شهيد. حتى مَرُّوا على رجل فقالوا: فلان شهيد. فقال النبي صلى الله عليه وسلم : "كلا إني رَأَيْتُهُ في النار في بُرْدَةٍ غَلَّهَا أو عباءة".
Dari Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', Seusai perang khaibar, sejumlah sahabat pulang dari peperangan dan mereka mengatakan si Fulan syahid, si Fulan syahid, hingga mereka melewati seseorang lalu mereka berkata, Fulan mati syahid. Lalu Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, ”Tidak, aku melihatnya masuk neraka karena pakaian atau mantel yang diambilnya.”
عن عائشة رضي الله عنها قالت: تُوُفِّيَ رسول الله صلى الله عليه وسلم وما في بيتي من شيء يَأكُلُهُ ذُو كَبدٍ إلا شَطْرُ شَعير في رَفٍّ لي، فأكَلتُ منه حتى طال عليَّ، فَكِلْتُهُ فَفَنِيَ.
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhumā- dia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- wafat sedangkan di rumahku tidak ada sesuatu yang dapat dimakan oleh makhluk hidup kecuali sedikit gandum di rak ku. Maka akupun memakannya dalam waktu cukup lama. Lalu aku menimbangnya (untuk disedekahkan), sampai habis.