عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «يَغْفِرُ الله للشَّهيد كُلَّ شيءٍ إلا الدَّين». وفي رواية له: «القَتْل في سَبِيل الله يُكَفِّر كلَّ شيءٍ إلا الدَّين».
Dari Abdullah bin Amru bin Al-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhumā- bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Allah mengampuni semua dosa orang yang mati syahid, kecuali utang." Dalam riwayat lain disebutkan, "Gugur di jalan Allah menghapus semua dosa, kecuali utang."
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقول: «الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Salat lima waktu, (salat) Jumat ke Jumat berikutnya, dan (puasa) Ramadan ke Ramadan berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya jika dosa besar dijauhi."
1- Dosa itu ada yang kecil dan ada yang besar.
2- Syarat pengguguran dosa kecil adalah dengan menjauhi dosa besar.
3- Dosa besar ialah dosa yang mengandung hukum hudud di dunia, atau memiliki ancaman di akhirat berupa siksa atau murka, atau mengandung ancaman atau laknat terhadap pelakunya, seperti dosa zina dan minum khamar.
عن معقل بن يسار رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «العِبَادَة في الهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إليَّ».
Dari Ma'qil bin Yasār -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Beribadah pada saat haraj (fitnah dan kekacauan berkecamuk), laksana berhijrah kepadaku."
عن أبي عبد الرحمن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: كَأَنِّي أَنْظُر إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم يَحْكِي نَبِيًّا من الأنبياء، صلوات الله وسلامه عليهم، ضربه قومه فَأَدْمَوْهُ، وهو يمَسحُ الدَم عن وجهِهِ، يقول: «اللهم اغفر لِقَوْمِي؛ فإنهم لا يعلمون».
Dari Abu Abdurraḥmān Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Seakan-akan aku sedang melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bercerita tentang seorang Nabi yang dipukul oleh kaumnya hingga ia terluka dan berdarah, kemudian ia mengusap darah tersebut dari wajahnya sambil berdoa, Ya Allah ampunilah kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui (kebenaran)."
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضيَ اللهُ عنهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى».
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ, bahwa beliau biasa bersabda, "Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kecukupan."
1- Kemuliaan sifat-sifat ini: petunjuk, ketakwaan, kesucian diri dan kecukupan serta anjuran berperangai dengannya.
2- Nabi ﷺ tidak memiliki kuasa atas manfaat dan mudarat untuk dirinya karena yang memiliki itu semua adalah Allah Ta'ala.
3- Yang memiliki kuasa atas manfaat, mudarat, dan petunjuk bagi makhluk adalah Allah semata, bukan malaikat yang didekatkan maupun nabi utusan dan lainnya.
عن أنس رضي الله عنه قال: جاء ناس إلى النبي صلى الله عليه وسلم أن ابعث معنا رجالاً يعلمونا القرآن والسنة، فبعث إليهم سبعين رجلا ًمن الأنصار يقال لهم: القراء، فيهم خالي حَرامٌ، يقرؤون القرآن، ويتدارسون بالليل يتعلمون، وكانوا بالنهار يَجِيئُون بالماء، فيضعونه في المسجد، ويحتطبون فيبيعونه، ويشترون به الطعام لأهل الصُّفَّةِ، وللفقراء، فبعثهم النبي صلى الله عليه وسلم فَعَرَضُوا لهم فقتلوهم قبل أن يبلغوا المكان، فقالوا: اللهم بلَغِّ ْعَنَّا نبينا أنا قد لَقِينَاك فرضينا عنك ورَضِيتَ عَنَّا، وأتى رجلٌ حَرَاماً خال أنس من خلفه، فطعنه برُمْحٍ حتى أَنْفَذَهُ، فقال حَرَامٌ: فُزْتُ ورَبِّ الكعبة، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «إن إخوانكم قد قُتِلُوا وإنهم قالوا: اللهم بلغ عنا نبينا أنا قد لقيناك فرضينا عنك ورضيت عنا».
Dari Anas -raḍiyallāhu 'anhu-, dia berkata, "Beberapa orang datang menemui Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- meminta agar diutus bersama mereka orang-orang yang akan mengajarkan mereka Al-Qur`ān dan Sunah, maka Nabi mengirim untuk mereka tujuh puluh orang dari kaum Anṣār, mereka disebut: Qurrā' (para penghafal Al-Qur`ān), diantara mereka pamanku yang bernama Harām, mereka rajin membaca Al-Qur`ān, mengulang-ulanginya pada malam hari dan mempelajari isinya, dan pada siang hari mereka mengambil air dan menaruhnya di masjid, mereka juga bekerja mencari kayu bakar untuk mereka jual dan hasilnya mereka belikan makanan untuk orang-orang ṣuffah dan orang fakir. Kemudian Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengutus mereka, akan tetapi di perjalanan mereka dihadang dan dibunuh sebelum sampai ke tujuan, maka mereka pun berdoa, " Ya Allah sampaikanlah (kabar) tentang kami kepada Nabi kami bahwa kami telah berjumpa dengan-Mu, kami rida dengan-Mu dan Engkau pun rida kepada kami". Kemudian datang seorang laki-laki kepada paman Anas yang bernama Haraam dari belakangnya, kemudian ia menusuknya dengan tombak dari belakang sampai tembus. Lalu Harām pun berkata, "Aku telah menang demi Rabb pemilik Kakbah." Maka Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya saudara-saudara kalian telah dibunuh dan sesungguhnya mereka mengatakan, "Ya Allah sampaikanlah tentang kami kepada Nabi kami, bahwasanya kami telah berjumpa dengan-Mu dan kami rida kepada-Mu dan Engkau pun rida kepada kami."
عن ابن عباس رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقول: «اللَّهُمَّ لك أَسْلَمْتُ، وبِكَ آمَنتُ، وعَلَيكَ تَوَكَّلْت، وإِلَيكَ أَنَبْتُ، وبك خَاصَمْتُ، اللهم أعُوذ بِعزَّتك؛ لا إله إلا أنت أن تُضلَّني، أنت الحَيُّ الذي لا تموت، والجِنُّ والإنْسُ يَمُوتُونَ».
Dari Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- juga bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasa berdo'a, "Ya Allah! Hanya kepada-Mu aku berserah diri, hanya kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakal, hanya kepada-Mu aku kembali, hanya karena pertolongan-Mu aku memerangi musuh. Ya Allah! Aku berlindung dengan kemuliaan-Mu, tiada sembahan yang berhak disembah selain Engkau, dari Engkau sesatkan aku. Engkau Maha hidup yang tidak akan mati, sedang jin dan manusia semuanya akan mati."
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ عَلَى المِنْبَرِ، وَذَكَرَ الصَّدَقَةَ، وَالتَّعَفُّفَ، وَالمَسْأَلَةَ: «اليَدُ العُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اليَدِ السُّفْلَى، فَاليَدُ العُلْيَا: هِيَ المُنْفِقَةُ، وَالسُّفْلَى: هِيَ السَّائِلَةُ».
Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda saat beliau di atas mimbar ketika berbicara tentang sedekah dan menjaga diri agar tidak meminta-minta, "Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Tangan di atas adalah yang bersedekah, sedangkan tangan di bawah adalah yang meminta."
1- Keutamaan memberi dan berinfak di semua bidang kebaikan serta celaan terhadap perbuatan meminta-minta.
2- Anjuran untuk menjaga diri dari perbuatan meminta-minta dan tidak bergantung kepada orang lain sekaligus anjuran kepada akhlak luhur dan meninggalkan hal-hal yang rendah, karena Allah mencintai perkara-perkara yang mulia.
3- Tangan terbagi menjadi empat jenis dalam hal kebaikan sebagai berikut: yang paling tinggi adalah tangan yang memberi, kemudian yang tidak mau mengambil, kemudian yang mengambil tanpa meminta, kemudian yang paling rendah adalah tangan yang meminta.
عن أم المؤمنين ميمونة بنت الحارث رضي الله عنها : أنها أعتقت وَليدَةً ولم تستأذن النبي صلى الله عليه وسلم فلما كان يَومُها الذي يَدورُ عليها فيه، قالت: أشَعَرْتَ يا رسول الله، أني أعتقت وليدتي؟ قال: «أو فعلت؟» قالت: نعم. قال: «أما إنك لو أعطيتها أخوالك كان أعظم لأجرك».
Dari Ummul Mu'minin, Maimūnah binti Al-Ḥāriṣ -raḍiyallāhu 'anhā- bahwasanya ia memerdekakan seorang hamba sahayanya (perempuan) tanpa meminta izin lebih dahulu kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Ketika tiba giliran malam beliau menginap bersamanya, Maimunah berkata, "Apakah engkau sudah tahu, wahai Rasulullah bahwa aku telah memerdekakan hamba sahayaku?" Beliau bertanya, "Apakah itu sudah engkau kerjakan?" Maimunah menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Alangkah baiknya andai hamba sahaya itu engkau berikan saja kepada paman dari ibumu, karena yang demikian itu lebih besar pahalanya bagimu."
عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لأُبَي بنِ كعْب رضي الله عنه : «إن الله عز وجل أمَرَني أن أَقْرَأَ عَلَيك: (لم يكن الذين كفروا...) قال: وسمَّاني؟ قال: «نعم» فبكى أُبي. وفي رواية: فَجَعَل أُبَي يَبكِي.
Dari Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda kepada Ubay bin Ka'ab -raḍiyallāhu 'anhu-, "Sesungguhnya Allah -'Azza wa Jalla- memerintahkanku untuk membacakan kepadamu, "Tidaklah orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab." Aku bertanya, "Apakah Allah menyebut namaku?" Beliau menjawab, "iya." Seketika itu Ubay menangis. Dalam satu riwayat, "Maka seketika itu juga Ubay menangis."