عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «الْكَبَائِرُ: الْإِشْرَاكُ بِاللهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، وَقَتْلُ النَّفْسِ، وَالْيَمِينُ الْغَمُوسُ».
Abdullah bin 'Amr bin Al-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda, "Dosa-dosa besar itu ialah menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa, dan sumpah palsu."
1- Sumpah palsu tidak memiliki kafarat karena bahaya dan kejahatannya yang besar. Hal yang disyariatkan adalah bertobat darinya.
2- Penyebutan empat dosa besar ini di dalam hadis adalah karena dosanya sangat besar, bukan untuk membatasi jumlahnya.
3- Dosa terbagi menjadi besar dan kecil. Dosa besar adalah setiap dosa yang mengandung hukuman dunia seperti had dan laknat atau ancaman akhirat seperti ancaman masuk neraka. Dosa besar juga bertingkat-tingkat, sebagiannya lebih berat dari yang lain dalam pengharamannya. Sedangkan dosa kecil adalah semua dosa selain dosa besar.
Hadith #3045Hasan li gairihiHR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
Abu Sa‘īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Termasuk jihad yang paling agung ialah menyampaikan kata-kata yang adil pada penguasa yang zalim."
1- Amar makruf nahi mungkar termasuk jihad.
2- Menasihati penguasa termasuk jihad yang paling besar, tetapi wajib dilakukan dengan ilmu, bijak, dan tabayun.
3- Al-Khaṭṭābiy berkata, "Hal ini menjadi jihad yang paling utama karena orang yang melawan musuh merasakan kebimbangan antara harap dan takut, ia tidak tahu apakah akan menang atau kalah. Selain itu, pengawal penguasa menaklukkannya, sehingga ketika ia mengatakan kebenaran atau mengajaknya pada yang benar maka ia mempertaruhkan diri pada kebinasaan. Sebab itu, hal itu merupakan jenis jihad yang paling utama lantaran adanya dominasi ketakutan. Ada juga yang berpendapat bahwa hal itu menjadi jihad yang paling utama karena apabila pemimpin menjalankan perkataannya, besar kemungkinan faedahnya akan luas menjangkau orang banyak sehingga kemaslahatan akan terwujud."
عن عائشة رضي الله عنها قالت: "إن أم حبيبة اسْتُحِيضَتْ سبع سنين، فسألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن ذلك؟ فأمرها أن تغتسل، قالت: فكانت تغتسل لكل صلاة".
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, dia berkata, "Sesungguhnya Ummu Ḥabībah menderita istihadah selama tujuh tahun. Lantas ia bertanya kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengenai hal itu. Beliau menyuruhnya untuk mandi. (Aisyah) berkata, "Ia pun mandi setiap (mau) salat."
Hadith #3047Hadis sahihDiriwayatkan oleh Muslim - Muttafaq 'alaih
عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: "لا يَبُولَنَّ أحَدُكم في الماء الدَّائِم الذي لا يجْرِي، ثمَّ يَغتَسِل مِنه".
وفي رواية: "لا يغتسل أحدكُم في الماء الدَّائم وهو جُنُب".
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū': "Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian kencing di air yang diam yaitu air yang tidak mengalir lalu mandi darinya!"
Dalam riwayat lain disebutkan: "Janganlah sekali-kali salah seorang diantara kalian mandi di air yang diam, sedangkan dia dalam keadaan junub!"
Hadith #3049Hadis sahihDiriwayatkan oleh Muslim - Muttafaq 'alaih dengan dua riwayatnya
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «اسْتَوْصُوا بالنِّساءِ خَيْرًا؛ فَإِنَّ المرأة خُلِقَتْ مِن ضِلعٍ، وَإنَّ أعْوَجَ مَا في الضِّلَعِ أعْلاهُ، فَإنْ ذَهَبتَ تُقيمُهُ كَسَرْتَهُ، وإن تركته، لم يزل أعوج، فاستوصوا بالنساء».
وفي رواية: «المرأة كالضِّلَعِ إنْ أقَمْتَهَا كَسَرْتَهَا، وَإن اسْتَمتَعْتَ بها، استمتعت وفيها عوَجٌ».
وفي رواية: «إنَّ المَرأةَ خُلِقَت مِنْ ضِلَع، لَنْ تَسْتَقِيمَ لَكَ عَلَى طَريقة، فإن استمتعت بها استمتعت بها وفيها عوج، وإنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهَا كَسَرْتَها، وَكَسْرُهَا طَلاَقُهَا».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Berbuat baiklah kalian kepada para wanita, karena seorang wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya; jika engkau berusaha meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya, dan jika engkau biarkan saja, maka ia tetap bengkok. Oleh sebab itu, berbuat baiklah kepada para wanita." Dalam redaksi lain, "Wanita itu seperti tulang rusuk; jika engkau meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya. Dan jika kamu bersenang-senang dengannya, engkau dapat bersenang-senang dengannya, sedangkan di dalamnya ada kebengkokan." Dalam riwayat lain, "Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Engkau tiada bisa meluruskannya dengan satu cara; jika engkau bersenang-senang dengannya, engkau dapat bersenang-senang dengannya, sedangkan di dalamnya ada kebengkokan. Dan jika kamu berusaha meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya. Patahnya wanita adalah menceraikannya."
عن عمران بن حصين رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى رجلًا مُعتزلًا، لم يُصَلِّ في القوم، فقال: (يا فلان، ما منعك أن تصلي في القوم؟) فقال: يا رسول الله أصابتني جنابةٌ، ولا مَاءَ، فقال: (عليك بالصَّعِيدِ، فإنه يَكْفِيَكَ).
Dari 'Imrān bin Ḥuṣain -raḍiyallāhu 'anhumā-, bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melihat seorang lelaki mengasingkan diri, dia tidak salat bersama orang banyak. Beliau bertanya, “Wahai fulan, apa yang menghalangimu untuk salat bersama orang-orang?” Dia menjawab, "Wahai Rasulullah, aku sedang junub dan tidak ada air (untuk bersuci)." Beliau bersabda, “Pakailah debu (tayamum) karena sesungguhnya itu cukup bagimu.”
Hadith #3052Hadis sahihDiriwayatkan oleh Muslim dengan dua riwayatnya
عن أنس بن مالك رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم أتى مِنَى، فأتى الجَمْرَةَ فرماها، ثم أتى منزله بمِنَى ونحر، ثم قال للحلاق: «خُذْ» وأشار إلى جانبه الأيمن، ثم الأيسر، ثم جعل يعطيه الناسَ.
وفي رواية: لما رمى الجَمْرَةَ، ونحر نُسُكَهُ وحلق، ناول الحلاق شِقَّهُ الأيمن فحلقه، ثم دعا أبا طلحة الأنصاري رضي الله عنه فأعطاه إياه، ثم ناوله الشِّقَّ الأَيْسَرَ، فقال: «احْلِقْ»، فحلقه فأعطاه أبا طلحة، فقال: «اقْسِمْهُ بين الناس».
Dari Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- bahwasanya Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- datang ke Mina lalu menuju jamrah kemudian melemparnya. Setelah itu beliau menuju tempat tinggalnya di Mina dan menyembelih (hadyu). Selanjutnya beliau bersabda kepada tukang cukur, "Cukurlah," sambil memberi isyarat ke kepala beliau bagian kanan lalu bagian kiri. Setelah itu beliau memberikan rambutnya kepada orang-orang.
Dalam riwayat lain disebutkan, "Ketika beliau sudah melempar jumrah, menyembelih (hadyu), dan bercukur, beliau menyodorkan kepala bagian kanan ke tukang cukur lalu ia mencukurnya, lalu beliau memanggil Abu Ṭalḥah Al-Anṣāri -raḍiyallāhu 'anhu- kemudian memberikan rambutnya kepadanya. Selanjutnya beliau menyodorkan kepala bagian kiri kepada tukang cukur lalu bersabda, "Cukurlah," Tukang cukur pun memotongnya lalu beliau memberikan rambutnya kepada Abu Ṭalḥah seraya bersabda, "Bagikan rambut ini kepada orang-orang."
Abu Sa'īd al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda, "Sesungguhnya dunia itu manis nan hijau dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai khalifah padanya lalu mengawasi bagaimana kalian berbuat. Sebab itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan berhati-hatilah terhadap wanita, karena sesungguhnya fitnah pertama pada Bani Israil adalah terkait wanita."
1- Anjuran untuk selalu bertakwa dan tidak tertipu dengan pemandangan dunia dan perhiasannya.
2- Waspada agar tidak terfitnah dengan wanita seperti memandang mereka atau meremehkan campur baur mereka dengan laki-laki asing dan lainnya.
3- Fitnah wanita termasuk fitnah dunia yang paling besar.
4- Mengambil pelajaran dan ibrah dari umat-umat terdahulu karena apa yang menimpa Bani Israel dapat menimpa umat yang lain.
5- Fitnah wanita, jika merupakan istri, bisa berupa membebani suami dengan nafkah yang dia tidak mampu memenuhinya, menyibukkannya dari mengejar perkara-perkara agama dan membawanya terlena mengejar dunia. Adapun jika merupakan wanita ajnabi (bukan mahram), fitnahnya ialah dengan menarik dan menyelewengkannya dari kebenaran ketika keluar dan ikhtilat, terutama jika mereka mengumbar diri dan bertabaruj. Hal ini dapat menjerumuskan ke dalam zina dengan tahapan-tahapannya. Oleh karena itu, seorang mukmin harus berlindung kepada Allah dan berdoa agar selamat dari fitnah mereka.
عن أبي طَرِيف عدي بن حاتم رضي الله عنه مرفوعاً: «مَن حَلَف على يَمِين ثم رأى أَتقَى لله مِنها فَلْيَأت التَّقوَى».
Dari Abu Ṭarīf Adi bin Hātim -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū': Barangsiapa bersumpah lalu melihat ada sesuatu yang lebih bernilai takwa kepada Allah, hendaknya ia mengambil ketakwaan itu!
Hadith #3055Hadis sahihDiriwayatkan oleh Muslim - Muttafaq 'alaih
عن عمران بن حصين رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رسولُ اللَّه -صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم-: «الحَيَاءُ لاَ يَأْتِي إِلاَّ بِخَيرٍ».
وفي رواية : «الحَيَاءُ خَيرٌ كُلُّهٌ» أو قال: «الحَيَاءُ كُلُّهُ خَيرٌ».
Dari Imran bin Hushain -raḍiyallāhu 'anhuma-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Malu itu tidak membawa kecuali kebaikan." Dalam riwayat lain: "Malu itu baik seluruhnya," atau beliau bersabda, "Malu itu seluruhnya baik."